DRAGON GLAIVE-ACT #01[remake]
DRAGON GLAIVE
ACT #01
Kirikaya Sena
26-10-2018
Sampai sekarang aku masih mengingat akan hari itu.
Hari itu,saat dimana aku kehilangan kedua orang tua ku.
Tubuhku yang tergeletak tak berdaya di atas salju yg di
hiasi oleh warna merah dari darah yg menetes dari tubuhku.Aku hanya terdiam
melihat orang tua dan rumahku terbakar didepan mataku.
Dan aku mendengar seseorang berjalan kamari,aku mencoba
untuk menoleh dan meminta pertolongan kepada nya namun sebelum aku sempat
menoleh aku kehilangan kesadaranku.
Saat aku membuka mataku aku sudah di gendong oleh
seseorang,yang dilihat dari lebar bahu dan pinggangnya,mungkin dia perempuan.
=====
*ringg!!!!......* suara kereta yg berjalan.
“Pemberhentian selanjutnya adalah kota kuyuki,pemberhentian selanjutnya adalah kota kuyuki.”
Aku terbangung dari tidurku sesaat setelah mendengar pemberitahuan
itu.
Lagi-lagi mimpi ini.
Aku sering bermimpi tentang saat dimana aku kehilangan kedua
orang tua ku dan saat aku di adopsi oleh keluarga yotsuba,salah satu dari
keluarga bangsawan terbesar di kota ini.
Setelah selesai tidur aku pun mengambil koperku dan menunggu
kereta sampai ke kota.
Kereta pun keluar dari terowongan.Aku melihat pemandangan
yang indah,kota yg asri dihiasi dengan pemandangan matahari yg akan tenggelam
membuat kota kuyuki terlihat sangat indah dari sini.
=====
Kereta yg ku naiki akan segera berhenti di stasiun kuyuki.
Aku pun beridir dan berjalan menuju pintu keluar.Aku
terdesak banyak orang yang saling dorong saat ingin keluar.
Yah wajar karena kuyuki adalah salah satu ibukota yang
memiliki lingkungan yang masih asri,udara yang masih sangat sejuk.Tetapi yang
paling membuat kota ini sangat banyak pengunjungnya adalah,pusat dari asosiasi
penyihir dan juga kota dari ketujuh pahlawan yang menghentikan kehancuran
karena ENTRANCE beberapa tahun lalu.
Aku pun akhirnya berhasil keluar dari kerumunan itu dan aku
melihat sebuah gardu besar dengan tulisan *selamatdatang di kota kuyuki*.Saat
aku melihat papan tanda itu rasa rinduku benar benar terlihat di wajahku.
“Aku pulang.” Kataku sambil
melangkah masuk.
Aku berjalan memasuki kota sambil melihat ke sekeliling
kota,aku melihat banyak perubahan saat aku pergi dari sini dua tahun lalu.
Saat aku sedang memperhatikan kota yang banyak berubah ini seorang
perempuan melambaikan tangannya ke arahku.Seorang wanita dengan rambut panjang
yang di kuncir pony tail itu berjalan kemari dan memanggil
namaku.
“Yo Hayato,lama enggak bertemu.”
“Kamu juga Akatsuki-san,lama tak
berjumpa”
“Oy-oy-oy ada apa dengan cara bicaramu
itu,formal sekali,panggil saja aku Ayako seperti biasa.”
“Ok lah kalau begitu.”
Dia adalah Akatsuki Ayako,aku sudah mengganggap dia seperti kakak
sendiri.Dia orang yang selalu membantuku saat sedang susah.
Ayako pun mengantarku ke rumahnya tinggal,aku akan tinggal bersama
Ayako untuk sementara.
Setelah sampai di rumah Ayako aku pun masuk dan menaruh barang
bawaanku ke kamarku.Kamarku ada di atas,untuk ukuran kamar ini cukup
luas.Setelah aku selesai merapihkan kamarku aku pun turun dan melihat Ayako
sedang berbicara dengan seorang wanita sepertinya dia ibunya Ayako.
Dia menyadariku dan menyapaku dengan lembut
“Ara,perkenalkan namaku Akatsuki
Rikka,ibunya Ayako.apakah kamu Hayato-chan?”
Chan?
“Iya,saya Hayato,untuk sementara aku
akan tinggal disini,maaf merepotkan Rikka-san.”
“Enggak apa-apa kok,mau sampai
kapanpun kamu menginap disini,dan panggil saja aku ibu atau mama ya.”
“Apa sih yang ibu katakan.abaikan saja
itu,Hayato,anggap saja ini rumah barumu.”
Aku terkejut melihat Ayako dan ibunya menyambutku sampai bilang
mau sampai kapanpun aku boleh menginap disini.
Hari mulai malam,sebenarnya aku ingin berjalan mengelilingi
kota ini tapi karrena sudah hampir malam jadi jalan-jalannya akan kutunda
minggu depan.Karena besok aku harus sekolah maka aku harus tidur lebih awal.
Ibunya Ayako sedang menyiapkan makan malam,aku sudah
menawarkan diri untuk membantu tapi aku ditolak.
Aku pun duduk di sofa di depan tv,di samping ku ada Ayako
yang sedang menonton berita.
“Semakin
sering saja terjadi,terbukanya gerbang ENTRANCE.”
ENTRANCE,fenomena
yang terjadi dimana robeknya dimensi ruang hal itu menyebabkan terbukanya
gerbang menuju dimensi lain.Ketika gerbang ENTRANCE terbuka maka akan ada
ledakan besar,maka setiap ada tanda tanda perobekan dimensi setiap orang akan
mengungsi di sebuah bunker.
Fenomena ini terjadi akibat kejadian meteor 200 tahun lalu.
Aku hanya terdiam melihat berita itu.
Setelah makan aku pun pergi ke kamarku lalu tidur.Karena
besok aku akan masuk sekolah di kota ini yaitu SMA Raizen,salah satu dari
sekolah yang terkenal di sini.
[keesokan harinya]
*Bip-bip-bip*suara alarm
Akupun bangun lalu merapikan kasur ku.Aku membuka hordeng
jendelaku,pemandangan yang indah,langit yang masih sedikit gelap di terangi
oleh cahaya matahari yang terlahan naik.
Aku mengganti baju ku lalu pergi keluar untuk joging
sekalian melihat lihat kota.
Udara saat pagi masih sangat segar,sedikit lebab tetapi
menyegarkan.Aku melihat beberapa orang juga joging di jam segini.
Selesai mengelilingi kota aku pulang ke rumah nya Ayako.Saat ku masuk aku bisa
mencium bau yang sangat enak,disana ada ibu nya Ayako seddang memasak makanan
yang sepertinya sangat enak.
“Lagi masak apa tante?”
“Ara- Hayato-chan,selamat pagi
dan jangan panggil saya tante,saya ini masih 25 tahun loh.Silahkan panggil saya
ibu atau mama.”
Eh?,25?
Tunggu dulu,jika dia berumur 25
tahun terus kok bisa jadi ibunya Ayako?
Yah memang banyak yang kek gitu,ibu
muda tapi.....di umur segitu sudah punya anak itu sedikit membuatku kaget.
Saat aku terdiam membatu dengan muka tercengang Ayako pun
keluar dari kamar sambil menguap,sepertinya dia tidur dengan nyenyak tadi
malam.
“Selamat
pagi Hayato,kau bangun pagi juga ya?”
“iya,selamat
pagi.”
Ayako yang masih mengantuk itu pun duduk di sofa dan
menonton tv lagi.Aku pergi ke kamar mengambil seragam bajuku dan mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai seragamku aku pun
mengambil tas dan ikut sarapan bersama Ayako dan ibunya.
Setelah selesai makan ayako pun bergegas mandi dan
berbaju,aku pun menunggu Ayako sambil melihat berita.
Lagi-lagi ENTRANCE muncul dan itu tidak terlalu jauh dari
sini.
“Serem
ya,mau sampai kapan fenomena ini terjadi.”
Kedatangan ENTRANCE tidak bisa di prediksi namun ENTRANCE
jarang muncul saat malam.Jadi kami bisa tidur dengan tenang.
Ayako sudah selesai mandi,bepakaina bahkan berdandan.Kami
pun pergi menuju sekolah raizen.
Di perjalanan ada hal yang menganjal di pikiranku,tentang
ibunya Ayako,aku belum pernah menanyakan tentang ibunya Ayako.
“Hey Ayako,ini tentang
Rikka-san,apakan dia beneran ibu mu?”
“HAA!? Ya iya lah dia ibuku namun
bukan ibu kandung sih.Aku ini anak yatim piatu jadi orang pertama yang
mengadopsiku adalah Rikka.”
“Oh... maaf menanyakan hal yang
aneh begini.”
“Enggak apa-apa kok.Selain itu
ayo cepat nanti terlambat loh.”
Kami pun berlari menuju sekolah raizen.
Kami telah sampai di gerbang sekolah.Aku harus pergi ke ruangan
kepala sekolah terlebih dahulu sebelum masuk kelas maka aku dan Ayako pun
berpisah.
Aku sudah mendapatkan lokasi dimana ruang kepala
sekolah,jadi aku tidak harus mencari ruangan itu sampai seluruh sekolah ini.
Setelah aku berjalan menelurusi lorong,disana terdapat pintu
yang bisa di bilang lain sendiri dari segi ukuran maupun bentuknya sangat
berbeda dengan pintu ruangan lainnya,itu adalah ruangan kepala sekolah ini.
Aku yang terdiam terpelongo melihat ukuran dari pintu ini
mencoba untuk mengetuk pintu ini.Belum sampai tangan ku ingin mengetuk aku bisa
mendengar suara orang yang menyuruhku masuk,aku sedikit terkejut saat itu.
Aku pun memasuki ruangan tersebut,ruangan yang dihiasi oleh
interior klasik.saat aku sedang terpaku oleh interior klasik di ruangan
ini,tiba-tiba seorang gadis dengan rambut putih pajang muncul di depan muka ku.
“Hoo....Jadi
kamu orang yang di kirim oleh Diego dan juga orang yang di rekomendasikan oleh
Reiko,muka mu lumanyan juga.”
Aku yang terkejut pun mundur beberapa langkah dengan
teriakan yang lumayan besar.Gadis itu pun tertawa dan melompat ke kursi yang
berada di meja di hadapan ku.
“Reaksi
mu itu lumayan menarik,aku mulai menyukai mu.Fujikawa Hayato-
kun,selamat datang
di SMA Raizen.Namaku Stella von heisthert,kepsek dari sekolah ini.”
Dia terlihat seperti anak smp.Aku sedikit ragu apakah bernar
dia adalah kepala sekolah atau Cuma anak smp yang ngaku ngaku jadi kepala
sekolah tapi,tidak mungkin ada anak smp bisa melompat kekursi sejauh 10 kaki di
belakangnya dengan mudah.
Lalu sesaat kemudian seorang perempuan dengan rambut coklat
datang.Ekspresi wajahnya sangat datar tetapi aku bisa merasakan aura ambisius
dari matanya itu.
“Maaf
atas ketidaksopanan kepala sekolah kami,nama ku Finne eltistra.”
“Dia
adalah wakil kepala sekolah di sini dan salah satu dari orang terkuat disini.”
“Tolong
jangan terlalu memujiku Kepala sekolah,dibandingkan denganmu kekuatanku
hanyalah serangan ringan belaka.”
“Um....
sebenarnya untuk apa aku di panggil kesini?”
“Oh!
Soal itu,sebenarnya aku hanya ingin melihat seperti apa orang yang berhasil
mendapatkan rekomendasi dari Diego dan Reiko,karena mereka adalah salah satu
dari orang-orang yang berjasa bagi dunia dan juga sekolah ini.”
“HA!...A-apa?”
“HAHAHAHA!!!!.maaf,hanya
saja kau itu menarik terutama reaksi saat aku
mengagetkan mu itu.Reaksi kaget
mu itu seperti reaksi kaget yang dipaksa namun sangat
alami.”
Aku kaget saat kepala sekolah berkata seperti itu,seakan
akan dia bisa merasakan apakah aku benar-benar kaget atau tidak.Aku terdiam
menatap curiga kearah kepala sekolah.Sebelum Finne mengatakan sesuatu.
“Kalau
tidak salah kau,Fujikawa Hayato kan?”
“I-iya”
“Karena
kamu mendapatkan rekomendasi dari dua orang yang legendaris ini maka kamu akan
di tempatkan di kelas 1-A,salah satu kelas yang memiliki beberapa anak yang
berbakat.”ucap Finne sambil mengajakku untuk pergi ke kelasku.
Sesaat sebelum aku keluar aku melihat kepala sekolah
mengatakan sesuatu.
“Selamat
menikmati masa SMA mu Hayato-kun.”ucap kepala sekolah dengan senyum yang
terlihat seperti orang yang sedang menonton film yang menarik.
Setelah aku keluar dari ruangan kepala sekolah finne pun
mulai mengajakku bicara.
“Maaf
tentang kepala sekolah kami.”
“Enggak-enggak,biasa
aj kok”
“Tapi
jarang-jarang kepala sekolah bersikap seperti itu,biasanya dia orang yang dingin
dan serius.”
Ketika aku mendengar hal itu sebenarnya aku sedikit tidak
percaya kalau orang yang seperti dia itu sebenarnya orang yang dingin dan juga
serius,tetapi aku memilih untuk diam.
Kalimat itu pun dilanjutkan lagi oleh Finne.
“Untuk
sekarang dan Untuk selanjutnya tolong ladenilah kepala sekolah kami,karena aku
sangat senang melihat dia terlihat hidup seperti tadi.
Saat mendengar itu aku pun terdiam dan membalas
perkataannya.
“Tentu saja,lagi puna aku tidak
enak melihat wanita seperti dia kehilangan semangatnya,dia lebih cocok ketika
tersenyum.”ucapku dengan senyum lebar di wajah ku.
Finne tersenyum dengan tulus saat mendengar hal itu.
Lalu kami punsampai di kelas 1-A.Finne pun membuka pintu itu
kekiri,Finne pun masuk.Aku bisa mendengar bisik-bisik menjelaskan tentang
adanya siswa pindahan.
Aku pun menunggu Finne memanggilku sebelum masuk.
“Silahkan masuk.”
Akupun masuk setelah mendengar panggilan dari Finne.Aku
menggeser pintu itu dan melihat ruang kelas yang penuh dengan siswa-siswa yang
menatap kearahku dan disana ada Ayako.Aku bisa mendengar bisik-bisik mereka
walau pun samar samar mungkin mereka membicarakan tentang aku yang masuk karena
mendapatkan rekomendasi dari dua orang yang legendaris.
Salah seorang guru pun berbicara pada siswa-siswa nya.
“Anak-anak
dia adalah Fujikawa Hayato-kun,mulai sekarang dia akan berlajr bersama kita di
sekolah ini.”
“Perkenalkan
nama saya Fujikawa Hayato,mohon bantuannya.”
“Kalau begitu Hayato-kun silahkan
duduk di tempat yang kosong di belakang.”
“Baik.”
Aku berjalan menuju kursiku tempat yang kosong ada di
belakang.sesaat sebalum aku ingin berjalan aku melihat seorang perempuan dengan
rambut putih,matanya berwarna biru langit yang duduk di samppik tempat
dudukku.Dia sedang memandangi pemandangan di luar jendela sebelum akhirnya
melihat kemari.
“A-A-AYASE!?”
“HAYATO!?”
Kami sangat kaget melihat bahwa teman masa kecilku berada di
sekolah yang sama.
*END*
Komentar
Posting Komentar