ISEKAI NO MAHOUTSUKAI-Chapter #02

ISEKAI NO MAHOUTSUKAI

Penyihir Dunia Lain


      Chapter #02-Perjalanan Menuju Sekolah

22-11-2018
Kirikaya sena
Sehari setelah Aku dan Miyuki memulai perjalanan kami.

Kami sudah sampai di kota pertama,gordbolg.untuk sampai ke sekolah kami harus melewati dua kota salah satunya kota ini.gordbolg adalah kota yang sebagian penduduknya nelayan.soal kualitas ikan disini,semua ikan disini adalah yang terbaik.gordbolg juga salah satu tempat penyuplai bahan makanan untuk akademi babel.

Aku dan Miyuki berpencar mencari bahan-bahan perjalanan.aku bertugas untuk mencari tumpangan menuju ke kota selanjutnya dan Miyuki mencari bahan bekal makanan.

Karena jarak dari sini sampai sekolah itu lumayan jauh maka kami harus mencari kendaraan untuk bisa sampai kesekolah tanpa mamakan banyak waktu.

Aku pun pergi menuju area utara dimana area itu adalah komersial atau bisa di bilang sebagai tempat di mana orang orang menjual dan membeli barang. Area ini adalah area dengan tingkat kepadatan tertinggi di kota ini,baik di kiri maupun kanan kalian bisa melihat orang orang yang sedang tawar menawar.

Aku pun meneruskan perjalan mencari tumpangan ke kota selanjutnya,ketika aku terus mencari gerbong kereta untuk kami tumpangi gaya bangunan di tempat ini mulai berbeda,semakin aku masuk kedalam wilayah gaya bangunan pun semakin buruk. Ketika aku memasuki wilayah ini untu pertama kali aku melihat bangunan dengan batu bata putih yang terlihat sangat rapih dan bersih sedangkan setelah aku masuk lebih dalam,wilayah ini adalah wilayah kumuh dimana-mana terlihat banyak bangunan reot yang terlihat seperti runtuh pun sudah wajar dan aku bisa melihat banyak orang-orang yang tergeletak kelaparan dengan tubuh yang kurus.

Hatiku merasa sangat tidak enak dengan pemandangan dan suasana ini,aku juga ingin membantu mereka tapi aku hanyalah seorang anak yang ingin mencari tumpangan ke sekolah,dengan memberikan sedikit uang ku itu tidak akan memberikan dampak yang besar.

Yang aneh adalah semua orang melihat pemandangan itu seperti hal yang biasa dan bahkan para bangsawan malah menikmati para rakyat jelata mengeliat meminta makanan di hadapan mereka seperti seekor cacing yang berada di tanah tandus.

Akupun menggenggam erat baju di bagian dada ku untuk memendam rasa sakit dari peman dangan ini dan melanjutkan perjalananku.

Di tengah perjalanan ketika aku mau keluar dari wilayah kumuh aku mendengar suara gaduh dari gang yang berada di samping kiriku.aku berhenti dan melihat gang itu,gang itu terlalu gelap aku tak bisa melihat apa yang terjadi di sana. Akupun menggunakan salah satu dari sihir internal yaitu night vision.

Night vision adalah sihir yang membuat sang pengguna bisa melihat di dalam kegelapan,sihir ini mirip dengan kamera inframera di duniaku dulu.

Setelah sihirku aktif aku pun memasuki gang tersebut

“Aaaaaaa!!!” terdengar suara perempuan dari ujung lorong gang

Akupun berlari menuju sumber suara itu dan aku melihat seorang laki laki dengan pakaian yang terlihat seperti petualang dengan job pencuri(Theif). Pria itu menyadari keberadaan ku,dia berbalik menunjukan wajah seramnya itu,menarik seorang anak perempuan dan menyanderanya.

Pria itu menodongkan sebuah belati ke depan leher anak perempuan itu.
“Jangan mendekat!!,aku tau ada seseorang disana,Jika kau berani mendekat akan ku putuskan kepala gadis kecil ini.”ucapnya dengan senyum jahat bercampur takut terlihat di wajahnya.

Pria itu tidak bisa melihat ku dengan jelas,walaupun dia memiliki job theif yang berkerja di balik bayang-bayang tidak ada gunanya jika kau tidak tau bagaimana cara menggunakan skill job mu.

Anak itu mencoba untuk menahan tangis nya,karena dia tau jika di menangis dan mengeluarkan suara yang besar dia akan langsung di bunuh di tempat.

Tangan pria itu terlihat gemetaran karena tak bisa mengetahui dimana aku.
Akupun dengan hati hati menyelinap kebelakang pencuri tersebut dan memukul tulang leher bangian belakang nya,pria itu langsung pingsan. Tulang leher bagian belakang adalah bagian tulang yang sensitif maka jika kau memberikan pukulan/gelombang kejut ke bagian itu kau bisa dengan mudah membuat orang pingsan dalam sekejap.

Kebetulan aku melihat ada tali di dekat pria itu pingsan. Tali ini mungkin ingin dia pakai untuk mengikat anak ini.

Setelah aku selesai mengikat gadis kecil itu berdiri di sebelah ku dengan muka yang menahan ketakutanya namun air mata nya itu tetap mengalir deras membasahi pipi mungilnya itu. Dia mungkin berfikir kalau aku  adalah orang lain yang ingin menculik dia.
“Sudah enggak apa apa kok.”kata ku sambil tersenyum.

Gadis kecil itu melihat wajahku dengan tubuh yang gemetar. Gadis itu menelan ludahnya dan mulai bertanya dengan suara yang gemetaran.

“Kakak bukan orang jahat yang ingin menculik ku?”

“Bukan kok”

Setelah mendengar hal tersebut gadis ini sedikit tenang dan dia sudah tidak gemetaran lagi.
Akupun membawa gadis ini keluar dari lorong itu. Tetapi gadis ini memiliki penglihatan yang cukup tajam karena dia bisa melihat aku dengan jelas di lorong yang gelap gulita seperti itu. Anak sekecil ini seharusnya belum bisa memakai sihir internal seperti Night vision jadi anak ini sepertinya memilik sebuah potensi yang tersembunyi itulah hal yang terpikir olehku sambil melihat gadis kecil ini.

Setelah aku membaca gadis tersebut keluar aku melihat Miyuki yang sedang memilih sayuran melihatiku dengan tatapan jijik.

HAAAHHH.... yah iya lah pasti seperti itu ekpresinya ketika melihat teman masa kecilnya membawa seorang gadis kecil dengan baju compang camping keluar dari lorong sempit.

Miyuki langsung berlari kemari dengan muka seirus dan menarik kera baju ku dengan kuat sampai sampai aku bisa terangkat. Dan dia berbicara dengan nada rendah namun mengintimidasi.

“Yuuuuukkkiiiiii-kuuuun!!!!!...... apa-apaan ini bisa kah kau jelaskan apa maksudnya ini hah!”

UWAH!! Dia marah banget. Jujur ketika Miyuki yang biasa nya pendiam tiba tiba diam begini bahkan kak mayuu pun tidak akan bisa menahanya. Akupun langsung berbicara dengan panik saat melihat wajah mengerikan Miyuki.

“ENGGAK-ENGGAK –ENGGAK aku enggak ngelakuin apapun,aku Cuma menyelamatkan dia saja serius deh,sumpah,suer deh!!!” ucapku dengan mengangkat kedua tangan ku memohon.

Ketika ku meminta maaf dengan tidak kerenya itu sang gadis kecil tersebut tertawa melihat tingkah laku diriku yang sangat berubah ketika bertemu Miyuki.
Miyuki pun melepaskan kera baju ku dan berkata.

“Bodo’ lah benar atau tidaknya biar aku tanya sendiri dengan korbanya.”

UUAA’!! sampai di bilang korban begitu,lagian pelakunya bukan aku ucapku dalam hati.
Miyuki pun mendekati gadis kecil tersebut dan jongkok di depan gasi itu untuk membuat tinggi tubuhnya tetinggi gadis kecil tersebut. Miyuki menunjukan senyum yang sangat manis dan bertanya dengan lembut kepada gadis tersebut.

“Dik... siapa namamu?”

“Syilphie,Syilphie Hendrald.”

“Oh.. kalau begitu Syilphie-chan apakah benar kamu di serang oleh kak yang seram ini.”

Ucap Miyuki sambil menunjuk wajahku.

DIH!! Buset.... udah dibilang nyerang loli mana diilang kakak yang seram juga. Pada hari ini aku melihat sisi lain dari Miyuki.Syilphie pun menjawab dengan suara yang di kecilkan 
sambil menundukan kepalanya.

“Bukan,aku m-memang diserang tadi tapi kak ini menyelamatkanku.”

Miyuki sudah melirik seram ketika Syilphie bilang dia di serang,untungnya aku tidak di pukul karena Syilphie bilang kalau aku menolongnya.Miyuki pun berdiri dan berputar menghadapku.

“Aku faham apa yang terjadi di sini terus...”

Miyuki menyuruku untuk mendekat.

“Jadi apa yang harus kita lakukan?”

“Apa? Yah... mengembalikan dia ke orang tuanya lah.”

Kami memandangi syilphie yang memakai baju compang camping itu,yang terpikirkan oleh kami adalah “apakah orang tua nya miskin sampai tidak bisa memberi pakaian yang layak?” itulah yang pertama kali kupikirkan ketika melihat Syilphie dengan baju seperti itu.

Memang gang dimana aku menemukan Syilphie yang di serrang penjahat itu memang berada di area kumuh tapi, tetap saja baju itu terlalu jelek bahkan untuk orang orang di daerah kumuh. Syilphie memiringkan kepala sedikit dengan wajah yang kebingungan.
Miyuki pun kembali jongkok dan bertanya dengan ramah kepada syilphie.

“Papa,Mama mu ada dimana Syilphie-chan?”

Syilphie pun tertunduk dengan muka masam dan menjawab.

“Mama dan papa sudah lama meniggal dan aku kabur dari panti asuhan.”

“Kabur dari panti asuhan?

“Iya,aku tidak suka disana.”

Lagi-lagi syilphie menunjukan wajah yang murung. Aku yang melihat syilphie seperti ini hanya bisa terdiam menatapnya dengan tatapan kasihan.

“Kenapa kamu tidak suka berada di sana?”

Syilphie hanya bisa diam menundukkan kepalanya dengan wajah masam. Aku pernah melihat raut muka seperti itu di kehidupanku dulu, “jangan bicara kan itu,aku tak ingin kembali kesana.” Itu yang terlihat di raut muka syilphie. Yah setiap orang mempunyai hal yang tidak ingin di bicarakan,bahkan aku ada banyak hal yang miyuki pun tak pernah ku beritau.

Miyuki yang menyadari akan hal itu pun menghelakan nafasnya sesaat lalu kembali tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

“Syilphie-chan kalau begitu mau ikut kakak?”

Eh’ EEEEEEeeeeeehhhh!!!!
Aku langsung kaget ketika mendengar Miyuki mengatakan itu. Syilphie yang mendengar hal tersebut pun menongak sedikit untuk melihat Miyuki. Wajahnya masih kelihatan sedikit tidak bisa mempercayai Miyuki namun matanya terlihta seperti melihat secarik cahaya harapan.
Aku menepuk bahu Miyuki dan memintanya untuk mendekat.

“Tunggu dulu Miyuki-san apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu mau membesarkan dia?”

“Tentu saja lah emang nya mau gimana lagi? Lagian Syilphie-chan juga tidak mau kembali ke panti asuhan selain itu kita tidak mungkin meninggalkan gadis kecil seperti dia sendirian di tengah kota kan?”

Yah itu memang benar kita tidak mungkin untuk meninggalkan seorang anak kecil yang belum bisa apa apa sendirian,dan kita juga tidak bisa memaksa dia untuk kembali ke panti asuhan. Aku mengerti apa yang di rasakan oleh syilphie karena aku juga pernah merasakan hal seperti itu di kehidupanku yang dulu.

“Okelah kalau begitu tapi besok kita akan pergi melewati panti asuhan itu untuk melihat apa yang membuat syilphie tidak ingin kembali kesana.”

“Oke,terimakasih.”

Kami melihat syilphie yang menatap kami dengan mata yang penuh dengan harapan. Gadis itu menggepal tangan nya dengan kuat bersiap untuk di tinggalkan atau di kembalikan. Miyuki yang melihat itu langsung tersenyum dan kembali mengulurkan tangannya.

“Jadi Syilphie-chan apa jawabamu. Ikut? Atau tidak?”

Syilphie sedikit terkejut melihat reaksi Miyuki. Aku hanya bisa tersenyum di belakang Miyuki melihat Syilphie yang berhasil mendapatkan secarik cahaya harapan. Tanpa di sadari sebuah tetes air mata mengalir melewati pipi mungil nya syilphie. Aku dan Miyuki terkejut ketika melihat hal tersebut. Gadis kecil itu langsung mengusap air mata nya dan meraih tangan Miyuki dengan senyum tulus yang berkata “iya”.


Hari sudah mulai sore,jika sudah seperti ini kami harus mencari penginapan terlebih dahulu dan melanjutkan untuk mencari tumpangan ke sekolah. Awalnya kami akan tidur di luar dengan menggunakan tenda untuk menghemat biaya tapi karena itu berbahaya jika bersama Syilphie,bisa saja kami di serang bandit atau monster dan di saat seperti itu belum tentu kami bisa melindungi Syilphie sambil melawan musuh yang banyak. Miyuki sudah melihat beberapa penginapan namun biaya nya rata-rata mahal sedangkan penginapan yang murah memiliki fasilitas yang sangat tidak jelek bahkan pintu penginapanya sudah hampir rusak.

Setelah tidak terlalu lama berjalan kami menemukan penginapan yang memiliki biaya yang tidak terlalu mahal namun fasilitasnya standar,biaya penginapan 200 bronze rein permalam,biaya makan untuk sarapan dan makan malam di gratiskan sedangkan kami harus bayar jika mau tambah,karena penginapan ini tidak terlalu banyak orang yang datang jadi mereka tidak akan rugi karena biaya sarapan dan makan malam seporsi.karena kami harus menghemat uang maka kami hanya bisa memesan satu kamar untuk tiga orang.

Setelah kami memesan kamar Miyuki langsung mengajak Syilphie untuk mandi sedangkan aku merapikan barang barang kami untuk perjalanan berikutnya selain itu kami juga belum menemukan tumpangan ke sekolah.

Ketika pikiranku berputar di pembahasan itu terdengar suara ketukan pintu. Aku langsung berdiri dan berjalan menuju ke depan pintu. Di sana ada seorang pelayan penginapan,aku pun membuka pintu itu. Pelayan itu sedikit terkejut katika melihat rambut putih ku. Dia mundur selangkah karena dia harus menunggak sedikit untuk melihat kepalaku.
Dia menundukkan kepalanya sekali dan mulai berbicara.

“Pelanggan yang terhormat,silahkan menuju ruang makan untuk makan malamnya.”

Pelayan itu kembali menundukkan kepalanyanya lalu pergi tanpa menunggu aku menjawab.
Uwwa! Pelayan yang sedikit aneh,ucapku dalam hati.

Aku pun menutuk kembali pintu tersebut dan mencoba untuk mengetuk,membari tau Miyuki dan Syilphie untuk makan malam. Tepat sebelum tanganku sempat mengetuk pintu kamar mandi sudah terbuka duluan. Miyuki yang baru selesai memakai baju yang sepertinya baru saja dia beli tadi. Dia melihatiku dengan tatapan jijik lagi. Tatapan itu seakan bilang bahwa aku seorang lolicon mesum yang mencoba untuk mengintip mereka mandi.

Aku pun memberitaukan Miyuki tentang makan malam itu. Syilphie yang mendengar tentang makan malam menatap kami dengan dengan wajah wajah yang terlihat datar,namun terdapat sebuah harapan tinggi di wajahnya itu,hal itu terlihat dari mulutnya yang terbuka sedikit sampai air liurnya hampir keluar.

Aku dan Miyuki langsung tertawa ketika melihat ekspresi Syilphie yang seperti itu. Syilphie merasa terhina melihat kami tertawa. Dia mengembungkan pipi munggilnya dan berkata.

“Hunnnn.... jangan menertawai kuu!!!”

Bukannya  berhenti kami malah semakin tertawa melihat Syilphie yang mengembungkan pipinya dan marah dengan suara lucunya itu.

Setelah puas tertawa Miyuki pun berkata.

“Sudah-sudah,yuk Syilphie-chan kita makan.”

“Kalian duluan lah aku akan menyusul nanti.”

“Oke,kalau begitu kami tunggu di ruang makan.”

“Iya”

Miyuki pun mengajak Syilphie ke ruang makan tapi,syilphie terlihat seperti ketakutan atau bisa bilang dia seperti tidak mau menginggalka aku sendirian. Aku pun tersenyum dan menyuruhnya untuk ikut sama Miyuki,aku pasti akan menyusul nanti.

Setelah Miyuki pergi bersama syilphie aku pun kembali merapikan barang dan juga ada hal yang ingin ku coba.

Aku mengambil sebuah senjata dari tas ku itu sebuah pistol semi automatic,setauku itu namanya. Di kehidupan ku dulu salah satu saudaraku adalah seorang maniak senjata,sangking maniaknya dia bahkan hafal semua jenis senjata mulai dari pistol,rifle,sniper,dll dia hafal semua. Selain itu aku juga  lebih pernah di ajari atau lebih tepatnya di paksa untuk diajarinya tentang senjata,dan sampai sekarang aku juga masih ingat hal yang dia ajarkan kepada ku. Maka dari itu aku mencoba untuk membuat salah satu senjata dari banyak senjata yang dia ajarkan.

Jenis pistol yang ku ingat adalah tipe 1911 dan desert eagle,kedua pistol ini adalah jenis yang dengan penjelasan paling panjang dan di ulang ulang olehnya. Pantas saja aku ingat,walaupun aku mengambil gaya dan sistem pistol itu namun bukanberarti aku membua pistol yang sama. Aku benar benar membuat pistol tipe ku sendiri berdasarkan imajinasiku,dan hebatnya hal itu berhasil,setelah banyak perubahan dan percobaan pistol buatanku sendiri pun selesai. Aku belum sempat membuat peluru yang baru karena semua peluruku habis saat aku berlatih sendirian di hutan ketika masih di panti asuhan.

Maka dari itu aku harus membuat dulu sedikit peluru untuk pistolku,lagi pula mungkin di Perjalan nanti pistol ini bisa dipakai.

Akupun mengambil beberapa timah untuk membuat peluru. Aku menggunakan sihirku untuk mengubah timah itu menjadi beberapa peluru. Timah tersebut ku ubah menjadi selosong peluru dan biri peluru. Selosong itu di dunia ku dulu diisi dengan mesiu tetapi aku belum punya pengetahuan untuk membuat mesiu maka aku hanya bisa memasukan zat yang memicu ledakan.

Aku mengisi setiap selosong dengan Zat yang memicu ledakan. Zat hanya diisi 1/3 saja karena jika kau mengisi sampai penuh selosong peluru maka ledakan yang terjadi malah terlalu besar dan itu bisa menyebapkan ledakan yang terlalu besar sehingga selosong pistol hancur.

Setelah membuat beberapa peluru akupun mencuci tangan ku dan turun ke lantai bawah untuk makan malam. Disana terdapat sebuah tempat makan dengan meja yang tersusun rapi,memang tidak terlalu bersih tapi aku bisa melihat hidangan yang siapkan sangat enak. Di meja yang berada di dekat jendela Miyuki dan Syilphie sedang duduk. Aku langsung berjalan mendekati mereka.

Aku melihat kalau mereka belum makan sama sekali terutama Syilphie. Aku terdiam kaget mengapa Syilphie tidak memakan makanannya,apakah makanannya tidak enak atau gimana?

Ketika aku sampai Miyuki melihatku dan berkata.

“Akhirnya datang juga,emang ngapain aja kamu? ”

“Terus mengapa Syilphie tidak makan? Apakah itu tidak enak? ”

“Bukan,katanya dai ingin makan bersama kita semua,dia tidak mau ada orang yang kurang, jadi dia menunggu mu datang.”

Aku merasa tersentuh akan apa yang dipikirkan oleh Syilphie,dikehidupan ku yang dulu aku tak pernah merasakan hal seperti ini,tidak ada orang yang ingin menungguku.

Tanpa kusadari airmata menetes dari mata kiriku. Miyuki dan Syilphie sedikit terkejut melihat aku yang menetekan air mata. Syilphie yang melihatku langsung mendekatiku,menunjuk wajah khawatir.

“Kakak kenapa? ”

Aku mengusap air mataku dan tersenyum lebar.

“Enggak apa apa kok,yuk makan”

Syilphie kembali tersenyum dan mengangguk dengan girang.

Kamipun makan dengan lahap,makanan yang sajikan memang enak sebuah roti yang empuk,kare yang tidak terlallu pedas tapi juga tidak terlalu manis sunggu perpaduan yang pas,minumannya juga enak,sebuah jus buah yang sangat segar yang cocok dimakan dengan roti dan kare.

Aku melihat Syilphie yang makan dengan girang. Aku hanya bisa tersenyum melihat sosok Syilphie yang kawai,dan ternyata Miyuki juga tersenyum melihat Ekspresi aku yang tersenyum melihat Syilphie.

Setelah kami kenyang,kamipun kembali ke kamar dan tidur untu perjalanan besok.
Ke esokan harinya aku,Miyuki dan Syilphie pergi ke guild untuk mencari tumpangan menuju akademi tapi, sebelum kami pergi kesana kami harus mencari baju untuk Syilphie terlebih dahulu. Pakaian Syilphie bisa dibilang terlalu buruk, bahkan ketika kami makan di penginapan kemarin banyak orang yang melihati kami karena pakaian Syiphie.

Kami menggambil jalan memutar untuk mencari baju untuk Syilphie.

Kami sampai di sebuah toko yang menjual barang yang lumayan berkualitas dengan harga yang tidak terlalu mahal. Syilphie memiringkan kepalanya kebingungan. Aku dan Miyuki tersenyum sambil tertawa melihat tingkah laku Syilphie.

Di dalam toko syilphie terdiam membeku melihat baju baju yang cantik nan berkilau. 
Seluruh baju di sana bagus-bagus semua. Kami pun berkeliling melihat baju apa yang cocok dengan Syilphie.

“Anu... sebenarnya mau ngapain kita kemari.”

Kata-kata yang keluar dari mulut Syiphie itu membuat kami sedikit kaget. Miyuki pun berjalan mendekati Syilphie, dia menundukkan kepala ya dan berkata.

“Kami ingin membelikan Syilphie-chan sebuah hadiah.”

“Hadiah? ”

“Yup.”

“Benar kah? Kakak mau membelikan aku hadiah?”

“Iya dong”

Syilphie pun tersenyum sebentar dan kembali murung sambil menundukan kepalanya. Kami sedikit tercengang dan suasana disana mulai menjadi canggung. Aku mengelus rambut abu-abu nya Syilphie sambil tersenyum, Syilphie melihat ku dan sedikit tersenyum tulus.
Kami kembali mencari baju yang cocok untuk Syilphie.

Baju yang kami pilihkan adalah sebuah baju gaun sederhana yang tidak mennghalangi pergerakanya dangan corak biru tua yang cocok dengan rambut abu abu nya itu. Harga baju itu adalah 500 bronze rein, sedangkan uang kami adalah 2 silver rein. Harga itu memang lebih murah dari pada di tokoh yang lain.

Syilphie mencoba baju tersebut dia tersenyum riang, Syilphie melihat baju gaun nya, dia berputar dengan anggungnya membuat rok gaun itu sedikit mengambang. Kami bisa melihat senyuman bahagia di wajah syilphie.

Setelah kami membeli baju untuk Syilphie, kami melanjutkan perjalanan untuk mencari tumpangan ke kota selanjutnya.

Setelah beberapa saat kami berjalan akhirnya kami sampai di guild. Guild merupakan tempat nya para petualang berkumpul untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara menyelesaikan QUEST / permintaan dari penduduk dengan imbalan tertentu sesuai tingkatan kesulitan dari pemintaannya.

Aku pergi ke meja pendaftaran dengan kan Miyuki dan Syilphie akan mencari permintaan menjaga kereta yang memiliki tujuan ke kota selanjutnya.

Aku pun pergi menuju meja respsionis  disana ada seorang Mbak-mbak dengan rambut pirang kecoklatan yang di has sedemikian rupa.

“Um,anu......”

“Oh,halo kak ada yang bisa kami bantu.”

“Apakah ada quest menjaga kereta yang menuju kota HEILEM? ”

“Apakah kamu baru di sini? Kamu punya kartu petualang?”

“Enggak aku murid yang ingin pergi ke akademi Babel.”

Ucapku sambil mengeluarkan surat berstempel akademi babel dari saku ku. Mbak resepsionis itu sedikit kaget. Dia menatapku dan kembali tersenyum.

“Oh,begitu ya,Tapi semua permintaan yang ke sana itu sudah dia ambil kemarin.”

“Oh begitu ya, terimakasih.”

Aku kembali ke tempat Miyuki dan juga syilphie. Aku memberi tau kalau permintaan itu sudah di ambil habis kemarin. Syilphie kembali menunjukkan wajah murung ketika aku mengatakan hal itu. Mungkin dia merasa bersalah karena jika aku tidak repot repot menyelamatkan dia kami pasti bisa mandapatkan permintaan itu kemarin.

Miyuki tega melihat Syilphie yang kembali menjadi murung kembali. Miyuki menatap Syilhie 
dan tersenyum sambil mengelua kepala nya.

“Enggak apa-apa kok, ini bukan salah Syilphie kok jadi jangan murung begitu  dong.”

“T-tapi....”

Syilhie mulai menunjukan wajah bersalah dan dia telihat seperti mencoba untuk tidak menangis. Miyuki melihati ku, mata nya menunjukan kalau sepertinya aku harus menenangkan Syilphie.

Aku pun medekati Syilphie dan mengelus kepalanya.
Syilphie melihat wajahku dengan mimik yang kebingungan, sedangkan aku mencoba untuk membiat Syilphie dengan tersenyum sebisa mungkin. Sedikit demi sedikit Syilphie kembali ceria, dengan senyuman nya yang  mulai kembali.

Dengan kembalinya senyuman Syilphie kami kembali melanjutkan perjalanan.
Kami pun keluar dari guild dan bertemu dengan seorang laki laki dengan rambut hitam yang disisir kebelakang,mendatangi kami dari belakang.

“YO! Dek.”

Kami yang kaget saat mendengar itu berteriak lumayan kencang dan melangkah maju beberapa langkah. Disana ada hal yang sedikit membuatku aneh, Syilphie yang masih kecil seharusnya kaget ketika melihat kejadian tadi tapi, Syilphie terlihat biasa biasa saja seakan dia sudah tau bahwa ada orang di belakang kami.

Aku menghiaraukan keherananku tentang Syiphie, untuk sekarang kami harus berurusan dengan orang ini dulu.
Dia mulai mendekati kami dengan perlahan dan mulai membua mulutnya.

“Adek mau ke Akademi Babel kan?”

EH!?

“Iya sih.”

“Kalau begitu gimana kalau kalian ikutan denganku.”

“Sebelum itu siapa kamu? ”

“Oh, maaf, namaku Henry seorang pedagang langganan Akademi Babel.”

Dia mengambil surat izin berstempelkan Logo akademi Babel. Denga melihat surat itu kami menjadi yakin kalau dia itu beneran pedagang Akademi Babel. Karena kami juga tidak mamiliki alternatif lain maka kami pun setuju untuk ikut dengan Henry.


[END]

Komentar

Popuker di blog ini

ISEKAI NO MAHOUTSUKAI-Chapter #01

ETERNAL GATE-Chapter #02