ISEKAI NO MAHOUTSUKAI-Chapter #02
ISEKAI NO MAHOUTSUKAI
Penyihir Dunia Lain
Chapter #02-Perjalanan Menuju Sekolah
Kirikaya sena
Sehari setelah Aku dan Miyuki memulai perjalanan kami.
Kami sudah sampai di kota pertama,gordbolg.untuk sampai ke
sekolah kami harus melewati dua kota salah satunya kota ini.gordbolg adalah
kota yang sebagian penduduknya nelayan.soal kualitas ikan disini,semua ikan
disini adalah yang terbaik.gordbolg juga salah satu tempat penyuplai bahan
makanan untuk akademi babel.
Aku dan Miyuki berpencar mencari bahan-bahan perjalanan.aku
bertugas untuk mencari tumpangan menuju ke kota selanjutnya dan Miyuki mencari
bahan bekal makanan.
Karena jarak dari sini sampai sekolah itu lumayan jauh maka
kami harus mencari kendaraan untuk bisa sampai kesekolah tanpa mamakan banyak
waktu.
Aku pun pergi menuju area utara dimana area itu adalah
komersial atau bisa di bilang sebagai tempat di mana orang orang menjual dan
membeli barang. Area ini adalah area dengan tingkat kepadatan tertinggi di kota
ini,baik di kiri maupun kanan kalian bisa melihat orang orang yang sedang tawar
menawar.
Aku pun meneruskan perjalan mencari tumpangan ke kota
selanjutnya,ketika aku terus mencari gerbong kereta untuk kami tumpangi gaya
bangunan di tempat ini mulai berbeda,semakin aku masuk kedalam wilayah gaya
bangunan pun semakin buruk. Ketika aku memasuki wilayah ini untu pertama kali
aku melihat bangunan dengan batu bata putih yang terlihat sangat rapih dan
bersih sedangkan setelah aku masuk lebih dalam,wilayah ini adalah wilayah kumuh
dimana-mana terlihat banyak bangunan reot yang terlihat seperti runtuh pun
sudah wajar dan aku bisa melihat banyak orang-orang yang tergeletak kelaparan
dengan tubuh yang kurus.
Hatiku merasa sangat tidak enak dengan pemandangan dan
suasana ini,aku juga ingin membantu mereka tapi aku hanyalah seorang anak yang
ingin mencari tumpangan ke sekolah,dengan memberikan sedikit uang ku itu tidak
akan memberikan dampak yang besar.
Yang aneh adalah semua orang melihat pemandangan itu seperti
hal yang biasa dan bahkan para bangsawan malah menikmati para rakyat jelata
mengeliat meminta makanan di hadapan mereka seperti seekor cacing yang berada
di tanah tandus.
Akupun menggenggam erat baju di bagian dada ku untuk
memendam rasa sakit dari peman dangan ini dan melanjutkan perjalananku.
Di tengah perjalanan ketika aku mau keluar dari wilayah
kumuh aku mendengar suara gaduh dari gang yang berada di samping kiriku.aku
berhenti dan melihat gang itu,gang itu terlalu gelap aku tak bisa melihat apa
yang terjadi di sana. Akupun menggunakan salah satu dari sihir internal yaitu
night vision.
Night vision adalah sihir yang membuat sang pengguna bisa
melihat di dalam kegelapan,sihir ini mirip dengan kamera inframera di duniaku
dulu.
Setelah sihirku aktif aku pun memasuki gang tersebut
“Aaaaaaa!!!” terdengar suara perempuan dari ujung lorong
gang
Akupun berlari menuju sumber suara itu dan aku melihat
seorang laki laki dengan pakaian yang terlihat seperti petualang dengan job
pencuri(Theif). Pria itu menyadari keberadaan ku,dia berbalik menunjukan wajah
seramnya itu,menarik seorang anak perempuan dan menyanderanya.
Pria itu menodongkan sebuah belati ke depan leher anak
perempuan itu.
“Jangan mendekat!!,aku tau ada seseorang disana,Jika kau
berani mendekat akan ku putuskan kepala gadis kecil ini.”ucapnya dengan senyum
jahat bercampur takut terlihat di wajahnya.
Pria itu tidak bisa melihat ku dengan jelas,walaupun dia
memiliki job theif yang berkerja
di balik bayang-bayang tidak ada gunanya jika kau tidak tau bagaimana cara menggunakan
skill job mu.
Anak itu mencoba untuk menahan tangis nya,karena dia tau
jika di menangis dan mengeluarkan suara yang besar dia akan langsung di bunuh
di tempat.
Tangan pria itu terlihat gemetaran karena tak bisa
mengetahui dimana aku.
Akupun dengan hati hati menyelinap kebelakang pencuri
tersebut dan memukul tulang leher bangian belakang nya,pria itu langsung
pingsan. Tulang leher bagian belakang adalah bagian tulang yang sensitif maka
jika kau memberikan pukulan/gelombang kejut ke bagian itu kau bisa dengan mudah
membuat orang pingsan dalam sekejap.
Kebetulan aku melihat ada tali di dekat pria itu pingsan.
Tali ini mungkin ingin dia pakai untuk mengikat anak ini.
Setelah aku selesai mengikat gadis kecil itu berdiri di
sebelah ku dengan muka yang menahan ketakutanya namun air mata nya itu tetap
mengalir deras membasahi pipi mungilnya itu. Dia mungkin berfikir kalau
aku adalah orang lain yang ingin
menculik dia.
“Sudah enggak apa apa kok.”kata ku sambil tersenyum.
Gadis kecil itu melihat wajahku dengan tubuh yang gemetar.
Gadis itu menelan ludahnya dan mulai bertanya dengan suara yang gemetaran.
“Kakak bukan orang jahat yang ingin menculik ku?”
“Bukan kok”
Setelah mendengar hal tersebut gadis ini sedikit tenang dan
dia sudah tidak gemetaran lagi.
Akupun membawa gadis ini keluar dari lorong itu. Tetapi
gadis ini memiliki penglihatan yang cukup tajam karena dia bisa melihat aku
dengan jelas di lorong yang gelap gulita seperti itu. Anak sekecil ini
seharusnya belum bisa memakai sihir internal seperti Night vision jadi anak ini
sepertinya memilik sebuah potensi yang tersembunyi itulah hal yang terpikir
olehku sambil melihat gadis kecil ini.
Setelah aku membaca gadis tersebut keluar aku melihat Miyuki
yang sedang memilih sayuran melihatiku dengan tatapan jijik.
HAAAHHH.... yah iya lah pasti seperti itu ekpresinya ketika
melihat teman masa kecilnya membawa seorang gadis kecil dengan baju compang
camping keluar dari lorong sempit.
Miyuki langsung berlari kemari dengan muka seirus dan
menarik kera baju ku dengan kuat sampai sampai aku bisa terangkat. Dan dia
berbicara dengan nada rendah namun mengintimidasi.
“Yuuuuukkkiiiiii-kuuuun!!!!!...... apa-apaan ini bisa kah
kau jelaskan apa maksudnya ini hah!”
UWAH!! Dia marah banget. Jujur ketika Miyuki yang biasa nya
pendiam tiba tiba diam begini bahkan kak mayuu pun tidak akan bisa menahanya.
Akupun langsung berbicara dengan panik saat melihat wajah mengerikan Miyuki.
“ENGGAK-ENGGAK –ENGGAK aku enggak ngelakuin apapun,aku Cuma
menyelamatkan dia saja serius deh,sumpah,suer deh!!!” ucapku dengan mengangkat
kedua tangan ku memohon.
Ketika ku meminta maaf dengan tidak kerenya itu sang gadis
kecil tersebut tertawa melihat tingkah laku diriku yang sangat berubah ketika
bertemu Miyuki.
Miyuki pun melepaskan kera baju ku dan berkata.
“Bodo’ lah benar atau tidaknya biar aku tanya sendiri dengan
korbanya.”
UUAA’!! sampai di bilang korban begitu,lagian pelakunya
bukan aku ucapku dalam hati.
Miyuki pun mendekati gadis kecil tersebut dan jongkok di
depan gasi itu untuk membuat tinggi tubuhnya tetinggi gadis kecil tersebut.
Miyuki menunjukan senyum yang sangat manis dan bertanya dengan lembut kepada
gadis tersebut.
“Dik... siapa namamu?”
“Syilphie,Syilphie Hendrald.”
“Oh.. kalau begitu Syilphie-chan apakah benar kamu di serang
oleh kak yang seram ini.”
Ucap Miyuki sambil menunjuk wajahku.
DIH!! Buset.... udah dibilang nyerang loli mana diilang
kakak yang seram juga. Pada hari ini aku melihat sisi lain dari Miyuki.Syilphie
pun menjawab dengan suara yang di kecilkan
sambil menundukan kepalanya.
“Bukan,aku m-memang diserang tadi tapi kak ini
menyelamatkanku.”
Miyuki sudah melirik seram ketika Syilphie bilang dia di
serang,untungnya aku tidak di pukul karena Syilphie bilang kalau aku
menolongnya.Miyuki pun berdiri dan berputar menghadapku.
“Aku faham apa yang terjadi di sini terus...”
Miyuki menyuruku untuk mendekat.
“Jadi apa yang harus
kita lakukan?”
“Apa? Yah...
mengembalikan dia ke orang tuanya lah.”
Kami memandangi syilphie yang memakai baju compang camping
itu,yang terpikirkan oleh kami adalah “apakah
orang tua nya miskin sampai tidak bisa memberi pakaian yang layak?” itulah
yang pertama kali kupikirkan ketika melihat Syilphie dengan baju seperti itu.
Memang gang dimana aku menemukan Syilphie yang di serrang
penjahat itu memang berada di area kumuh tapi, tetap saja baju itu terlalu
jelek bahkan untuk orang orang di daerah kumuh. Syilphie memiringkan kepala
sedikit dengan wajah yang kebingungan.
Miyuki pun kembali jongkok dan bertanya dengan ramah kepada
syilphie.
“Papa,Mama mu ada dimana Syilphie-chan?”
Syilphie pun tertunduk dengan muka masam dan menjawab.
“Mama dan papa sudah lama meniggal dan aku kabur dari panti
asuhan.”
“Kabur dari panti asuhan?
“Iya,aku tidak suka disana.”
Lagi-lagi syilphie menunjukan wajah yang murung. Aku yang
melihat syilphie seperti ini hanya bisa terdiam menatapnya dengan tatapan
kasihan.
“Kenapa kamu tidak suka berada di sana?”
Syilphie hanya bisa diam menundukkan kepalanya dengan wajah
masam. Aku pernah melihat raut muka seperti itu di kehidupanku dulu, “jangan bicara kan itu,aku tak ingin
kembali kesana.” Itu yang terlihat di raut muka syilphie. Yah setiap orang
mempunyai hal yang tidak ingin di bicarakan,bahkan aku ada banyak hal yang
miyuki pun tak pernah ku beritau.
Miyuki yang menyadari akan hal itu pun menghelakan nafasnya
sesaat lalu kembali tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
“Syilphie-chan kalau begitu mau ikut kakak?”
Eh’ EEEEEEeeeeeehhhh!!!!
Aku langsung kaget ketika mendengar Miyuki mengatakan itu.
Syilphie yang mendengar hal tersebut pun menongak sedikit untuk melihat Miyuki.
Wajahnya masih kelihatan sedikit tidak bisa mempercayai Miyuki namun matanya
terlihta seperti melihat secarik cahaya harapan.
Aku menepuk bahu Miyuki dan memintanya untuk mendekat.
“Tunggu dulu
Miyuki-san apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu mau membesarkan dia?”
“Tentu saja lah
emang nya mau gimana lagi? Lagian Syilphie-chan juga tidak mau kembali ke panti
asuhan selain itu kita tidak mungkin meninggalkan gadis kecil seperti dia
sendirian di tengah kota kan?”
Yah itu memang benar kita tidak mungkin untuk meninggalkan
seorang anak kecil yang belum bisa apa apa sendirian,dan kita juga tidak bisa
memaksa dia untuk kembali ke panti asuhan. Aku mengerti apa yang di rasakan
oleh syilphie karena aku juga pernah merasakan hal seperti itu di kehidupanku
yang dulu.
“Okelah kalau
begitu tapi besok kita akan pergi melewati panti asuhan itu untuk melihat apa
yang membuat syilphie tidak ingin kembali kesana.”
“Oke,terimakasih.”
Kami melihat
syilphie yang menatap kami dengan mata yang penuh dengan harapan. Gadis itu
menggepal tangan nya dengan kuat bersiap untuk di tinggalkan atau di
kembalikan. Miyuki yang melihat itu langsung tersenyum dan kembali mengulurkan
tangannya.
“Jadi
Syilphie-chan apa jawabamu. Ikut? Atau tidak?”
Syilphie
sedikit terkejut melihat reaksi Miyuki. Aku hanya bisa tersenyum di belakang
Miyuki melihat Syilphie yang berhasil mendapatkan secarik cahaya harapan. Tanpa
di sadari sebuah tetes air mata mengalir melewati pipi mungil nya syilphie. Aku
dan Miyuki terkejut ketika melihat hal tersebut. Gadis kecil itu langsung
mengusap air mata nya dan meraih tangan Miyuki dengan senyum tulus yang berkata
“iya”.
Hari sudah
mulai sore,jika sudah seperti ini kami harus mencari penginapan terlebih dahulu
dan melanjutkan untuk mencari tumpangan ke sekolah. Awalnya kami akan tidur di
luar dengan menggunakan tenda untuk menghemat biaya tapi karena itu berbahaya
jika bersama Syilphie,bisa saja kami di serang bandit atau monster dan di saat
seperti itu belum tentu kami bisa melindungi Syilphie sambil melawan musuh yang
banyak. Miyuki sudah melihat beberapa penginapan namun biaya nya rata-rata
mahal sedangkan penginapan yang murah memiliki fasilitas yang sangat tidak
jelek bahkan pintu penginapanya sudah hampir rusak.
Setelah tidak
terlalu lama berjalan kami menemukan penginapan yang memiliki biaya yang tidak
terlalu mahal namun fasilitasnya standar,biaya penginapan 200 bronze rein
permalam,biaya makan untuk sarapan dan makan malam di gratiskan sedangkan kami
harus bayar jika mau tambah,karena penginapan ini tidak terlalu banyak orang
yang datang jadi mereka tidak akan rugi karena biaya sarapan dan makan malam
seporsi.karena kami harus menghemat uang maka kami hanya bisa memesan satu
kamar untuk tiga orang.
Setelah kami
memesan kamar Miyuki langsung mengajak Syilphie untuk mandi sedangkan aku
merapikan barang barang kami untuk perjalanan berikutnya selain itu kami juga
belum menemukan tumpangan ke sekolah.
Ketika
pikiranku berputar di pembahasan itu terdengar suara ketukan pintu. Aku langsung
berdiri dan berjalan menuju ke depan pintu. Di sana ada seorang pelayan
penginapan,aku pun membuka pintu itu. Pelayan itu sedikit terkejut katika
melihat rambut putih ku. Dia mundur selangkah karena dia harus menunggak
sedikit untuk melihat kepalaku.
Dia
menundukkan kepalanya sekali dan mulai berbicara.
“Pelanggan
yang terhormat,silahkan menuju ruang makan untuk makan malamnya.”
Pelayan itu
kembali menundukkan kepalanyanya lalu pergi tanpa menunggu aku menjawab.
Uwwa! Pelayan yang sedikit aneh,ucapku dalam hati.
Aku pun
menutuk kembali pintu tersebut dan mencoba untuk mengetuk,membari tau Miyuki
dan Syilphie untuk makan malam. Tepat sebelum tanganku sempat mengetuk pintu
kamar mandi sudah terbuka duluan. Miyuki yang baru selesai memakai baju yang
sepertinya baru saja dia beli tadi. Dia melihatiku dengan tatapan jijik lagi.
Tatapan itu seakan bilang bahwa aku seorang lolicon mesum yang mencoba untuk mengintip
mereka mandi.
Aku pun
memberitaukan Miyuki tentang makan malam itu. Syilphie yang mendengar tentang
makan malam menatap kami dengan dengan wajah wajah yang terlihat datar,namun
terdapat sebuah harapan tinggi di wajahnya itu,hal itu terlihat dari mulutnya
yang terbuka sedikit sampai air liurnya hampir keluar.
Aku dan
Miyuki langsung tertawa ketika melihat ekspresi Syilphie yang seperti itu.
Syilphie merasa terhina melihat kami tertawa. Dia mengembungkan pipi munggilnya
dan berkata.
“Hunnnn....
jangan menertawai kuu!!!”
Bukannya berhenti kami malah semakin tertawa melihat
Syilphie yang mengembungkan pipinya dan marah dengan suara lucunya itu.
Setelah puas
tertawa Miyuki pun berkata.
“Sudah-sudah,yuk
Syilphie-chan kita makan.”
“Kalian
duluan lah aku akan menyusul nanti.”
“Oke,kalau
begitu kami tunggu di ruang makan.”
“Iya”
Miyuki pun
mengajak Syilphie ke ruang makan tapi,syilphie terlihat seperti ketakutan atau
bisa bilang dia seperti tidak mau menginggalka aku sendirian. Aku pun tersenyum
dan menyuruhnya untuk ikut sama Miyuki,aku pasti akan menyusul nanti.
Setelah
Miyuki pergi bersama syilphie aku pun kembali merapikan barang dan juga ada hal
yang ingin ku coba.
Aku mengambil
sebuah senjata dari tas ku itu sebuah pistol semi automatic,setauku itu
namanya. Di kehidupan ku dulu salah satu saudaraku adalah seorang maniak
senjata,sangking maniaknya dia bahkan hafal semua jenis senjata mulai dari
pistol,rifle,sniper,dll dia hafal semua. Selain itu aku juga lebih pernah di ajari atau lebih tepatnya di
paksa untuk diajarinya tentang senjata,dan sampai sekarang aku juga masih ingat
hal yang dia ajarkan kepada ku. Maka dari itu aku mencoba untuk membuat salah
satu senjata dari banyak senjata yang dia ajarkan.
Jenis pistol
yang ku ingat adalah tipe 1911 dan desert eagle,kedua pistol ini adalah jenis
yang dengan penjelasan paling panjang dan di ulang ulang olehnya. Pantas saja
aku ingat,walaupun aku mengambil gaya dan sistem pistol itu namun bukanberarti
aku membua pistol yang sama. Aku benar benar membuat pistol tipe ku sendiri
berdasarkan imajinasiku,dan hebatnya hal itu berhasil,setelah banyak perubahan
dan percobaan pistol buatanku sendiri pun selesai. Aku belum sempat membuat
peluru yang baru karena semua peluruku habis saat aku berlatih sendirian di
hutan ketika masih di panti asuhan.
Maka dari itu
aku harus membuat dulu sedikit peluru untuk pistolku,lagi pula mungkin di
Perjalan nanti pistol ini bisa dipakai.
Akupun
mengambil beberapa timah untuk membuat peluru. Aku menggunakan sihirku untuk
mengubah timah itu menjadi beberapa peluru. Timah tersebut ku ubah menjadi
selosong peluru dan biri peluru. Selosong itu di dunia ku dulu diisi dengan
mesiu tetapi aku belum punya pengetahuan untuk membuat mesiu maka aku hanya
bisa memasukan zat yang memicu ledakan.
Aku mengisi
setiap selosong dengan Zat yang memicu ledakan. Zat hanya diisi 1/3 saja karena
jika kau mengisi sampai penuh selosong peluru maka ledakan yang terjadi malah
terlalu besar dan itu bisa menyebapkan ledakan yang terlalu besar sehingga selosong
pistol hancur.
Setelah
membuat beberapa peluru akupun mencuci tangan ku dan turun ke lantai bawah
untuk makan malam. Disana terdapat sebuah tempat makan dengan meja yang
tersusun rapi,memang tidak terlalu bersih tapi aku bisa melihat hidangan yang
siapkan sangat enak. Di meja yang berada di dekat jendela Miyuki dan Syilphie
sedang duduk. Aku langsung berjalan mendekati mereka.
Aku melihat
kalau mereka belum makan sama sekali terutama Syilphie. Aku terdiam kaget
mengapa Syilphie tidak memakan makanannya,apakah makanannya tidak enak atau
gimana?
Ketika aku
sampai Miyuki melihatku dan berkata.
“Akhirnya
datang juga,emang ngapain aja kamu? ”
“Terus
mengapa Syilphie tidak makan? Apakah itu tidak enak? ”
“Bukan,katanya
dai ingin makan bersama kita semua,dia tidak mau ada orang yang kurang, jadi
dia menunggu mu datang.”
Aku merasa
tersentuh akan apa yang dipikirkan oleh Syilphie,dikehidupan ku yang dulu aku
tak pernah merasakan hal seperti ini,tidak ada orang yang ingin menungguku.
Tanpa
kusadari airmata menetes dari mata kiriku. Miyuki dan Syilphie sedikit terkejut
melihat aku yang menetekan air mata. Syilphie yang melihatku langsung
mendekatiku,menunjuk wajah khawatir.
“Kakak
kenapa? ”
Aku mengusap
air mataku dan tersenyum lebar.
“Enggak apa
apa kok,yuk makan”
Syilphie
kembali tersenyum dan mengangguk dengan girang.
Kamipun makan
dengan lahap,makanan yang sajikan memang enak sebuah roti yang empuk,kare yang
tidak terlallu pedas tapi juga tidak terlalu manis sunggu perpaduan yang
pas,minumannya juga enak,sebuah jus buah yang sangat segar yang cocok dimakan
dengan roti dan kare.
Aku melihat Syilphie yang makan dengan girang. Aku hanya
bisa tersenyum melihat sosok Syilphie yang kawai,dan ternyata Miyuki juga tersenyum
melihat Ekspresi aku yang tersenyum melihat Syilphie.
Setelah kami kenyang,kamipun
kembali ke kamar dan tidur untu perjalanan besok.
Ke esokan
harinya aku,Miyuki dan Syilphie pergi ke guild untuk mencari tumpangan menuju
akademi tapi, sebelum kami pergi kesana kami harus mencari baju untuk Syilphie
terlebih dahulu. Pakaian Syilphie bisa dibilang terlalu buruk, bahkan ketika
kami makan di penginapan kemarin banyak orang yang melihati kami karena pakaian
Syiphie.
Kami
menggambil jalan memutar untuk mencari baju untuk Syilphie.
Kami sampai
di sebuah toko yang menjual barang yang lumayan berkualitas dengan harga yang
tidak terlalu mahal. Syilphie memiringkan kepalanya kebingungan. Aku dan Miyuki
tersenyum sambil tertawa melihat tingkah laku Syilphie.
Di dalam toko
syilphie terdiam membeku melihat baju baju yang cantik nan berkilau.
Seluruh
baju di sana bagus-bagus semua. Kami pun berkeliling melihat baju apa yang
cocok dengan Syilphie.
“Anu...
sebenarnya mau ngapain kita kemari.”
Kata-kata
yang keluar dari mulut Syiphie itu membuat kami sedikit kaget. Miyuki pun
berjalan mendekati Syilphie, dia menundukkan kepala ya dan berkata.
“Kami ingin
membelikan Syilphie-chan sebuah hadiah.”
“Hadiah? ”
“Yup.”
“Benar kah?
Kakak mau membelikan aku hadiah?”
“Iya dong”
Syilphie pun
tersenyum sebentar dan kembali murung sambil menundukan kepalanya. Kami sedikit
tercengang dan suasana disana mulai menjadi canggung. Aku mengelus rambut
abu-abu nya Syilphie sambil tersenyum, Syilphie melihat ku dan sedikit
tersenyum tulus.
Kami kembali
mencari baju yang cocok untuk Syilphie.
Baju yang
kami pilihkan adalah sebuah baju gaun sederhana yang tidak mennghalangi
pergerakanya dangan corak biru tua yang cocok dengan rambut abu abu nya itu.
Harga baju itu adalah 500 bronze rein, sedangkan uang kami adalah 2 silver
rein. Harga itu memang lebih murah dari pada di tokoh yang lain.
Syilphie
mencoba baju tersebut dia tersenyum riang, Syilphie melihat baju gaun nya, dia
berputar dengan anggungnya membuat rok gaun itu sedikit mengambang. Kami bisa
melihat senyuman bahagia di wajah syilphie.
Setelah kami
membeli baju untuk Syilphie, kami melanjutkan perjalanan untuk mencari
tumpangan ke kota selanjutnya.
Setelah
beberapa saat kami berjalan akhirnya kami sampai di guild. Guild merupakan
tempat nya para petualang berkumpul untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara menyelesaikan
QUEST /
permintaan dari penduduk dengan imbalan tertentu sesuai tingkatan kesulitan
dari pemintaannya.
Aku pergi ke
meja pendaftaran dengan kan Miyuki dan Syilphie akan mencari permintaan menjaga
kereta yang memiliki tujuan ke kota selanjutnya.
Aku pun pergi
menuju meja respsionis disana ada
seorang Mbak-mbak dengan rambut pirang kecoklatan yang di has sedemikian rupa.
“Um,anu......”
“Oh,halo kak
ada yang bisa kami bantu.”
“Apakah ada quest menjaga
kereta yang menuju kota HEILEM? ”
“Apakah kamu baru di sini? Kamu
punya kartu petualang?”
“Enggak aku murid yang ingin
pergi ke akademi Babel.”
Ucapku sambil mengeluarkan surat
berstempel akademi babel dari saku ku. Mbak resepsionis itu sedikit kaget. Dia
menatapku dan kembali tersenyum.
“Oh,begitu ya,Tapi semua
permintaan yang ke sana itu sudah dia ambil kemarin.”
“Oh begitu
ya, terimakasih.”
Aku kembali
ke tempat Miyuki dan juga syilphie. Aku memberi tau kalau permintaan itu sudah
di ambil habis kemarin. Syilphie kembali menunjukkan wajah murung ketika aku
mengatakan hal itu. Mungkin dia merasa bersalah karena jika aku tidak repot
repot menyelamatkan dia kami pasti bisa mandapatkan permintaan itu kemarin.
Miyuki tega
melihat Syilphie yang kembali menjadi murung kembali. Miyuki menatap Syilhie
dan tersenyum sambil mengelua kepala nya.
“Enggak
apa-apa kok, ini bukan salah Syilphie kok jadi jangan murung begitu dong.”
“T-tapi....”
Syilhie mulai
menunjukan wajah bersalah dan dia telihat seperti mencoba untuk tidak menangis.
Miyuki melihati ku, mata nya menunjukan kalau sepertinya aku harus menenangkan
Syilphie.
Aku pun
medekati Syilphie dan mengelus kepalanya.
Syilphie
melihat wajahku dengan mimik yang kebingungan, sedangkan aku mencoba untuk
membiat Syilphie dengan tersenyum sebisa mungkin. Sedikit demi sedikit Syilphie
kembali ceria, dengan senyuman nya yang mulai kembali.
Dengan
kembalinya senyuman Syilphie kami kembali melanjutkan perjalanan.
Kami pun
keluar dari guild dan bertemu dengan seorang laki laki dengan rambut hitam yang
disisir kebelakang,mendatangi kami dari belakang.
“YO! Dek.”
Kami yang
kaget saat mendengar itu berteriak lumayan kencang dan melangkah maju beberapa
langkah. Disana ada hal yang sedikit membuatku aneh, Syilphie yang masih kecil
seharusnya kaget ketika melihat kejadian tadi tapi, Syilphie terlihat biasa
biasa saja seakan dia sudah tau bahwa ada orang di belakang kami.
Aku
menghiaraukan keherananku tentang Syiphie, untuk sekarang kami harus berurusan
dengan orang ini dulu.
Dia mulai
mendekati kami dengan perlahan dan mulai membua mulutnya.
“Adek mau ke
Akademi Babel kan?”
EH!?
“Iya sih.”
“Kalau begitu gimana kalau kalian ikutan
denganku.”
“Sebelum itu siapa kamu? ”
“Oh, maaf, namaku Henry seorang pedagang
langganan Akademi Babel.”
Dia mengambil surat izin berstempelkan Logo
akademi Babel. Denga melihat surat itu kami menjadi yakin kalau dia itu beneran
pedagang Akademi Babel. Karena kami juga tidak mamiliki alternatif lain maka
kami pun setuju untuk ikut dengan Henry.
[END]
Komentar
Posting Komentar