ETERNAL GATE-Chapter #01

ETERNAL GATE

Chapter #01-UNDANGAN


Kirikaya Sena






Kupingku bergeming, aku tak bisa mendengar suara dengan jelas. Hanya saja aku mengetahui apa yang datang.
Aku merasakan getaran langkah kaki kerumunan orang. Angin kencang berembus tepat di sebelah ku, sepertinya sebuah helikopter mendarat tak jauh dari tempatku berada.
Tubuhku mulai kedinginan, aku kehilangan terlalu banyak darah. Ada beberapa orang turun dari helikopter itu, sepetinya membawa tandu. Aku di naikkan ke atas tandu dan diangkut ke helikopter. Kesadaranku mulai hilang sesaat setelah aku di naikkan ke atas helikopter sampai akhirnya aku pingsan.
Saat aku bangun kulihat langit-langit aneh bewarna putih, aku terbaring terlentang dia atas tempat tidur. Aku mencoba bangun dari tempat tidur tetapi tidak bisa, sepertinya luka yang ku derita terlalu parah, ditambah lagi aku belum makan selama beberapa hari ini, maka ku berusaha untuk tidak banyak bergerak agar luka ku tidak terbuka kembali, dan luka ku cepat sembuh.
Aku mencoba menebak di mana ini. Ruangan ini tak memiliki jendela, hanya mempunyai dua ventilasi sebagai alat sirkulasi udara, dan ruangan ini terlalu polos tanpa hiasan atau warna hanya ruangan berwarna putih, ibarat ruangan karantina.
*tuk-tuk-tuk*
Aku mendengar suara orang datang. seorang perempuan berbaju suster dengan warna merah muda masuk.
Jadi di sini itu....rumah sakit?
Aku mencoba bertanya pada suster itu dimana ini.
“Anu..suster?”
“Ada apa?”
“I-ini di mana ya? Dan apa yabg terjadi.”
Suster itu membalikkan badannya. Raut muka yang datar dengan tatapan dingin yang membuatku merinding sampai ke tulang-tulang. Raut mukanya berubah dengan cepat, dia tersenyum dan menjawab pertanyaanku. Aku kaget dengan perubahan drastis dari raut muka dingin ke senyum yang meluluhkan hati para pria.
“Oh,kamu sekarang berada di kapal tempur terbang, ATHEINER dan kamu sudah tertidur selama 2 hari, sejak kami menemukan kamu pingsan di underworld”
“A-AP-, dua hari? Dan juga di sini itu ATHINER... .”
Aku terdiam sambil memikirkan sesuatu, sementara suster itu sedikit kebingungan melihat tingkah laku ku.
Jadi disini ATHEINER ya. Tak ku sangka bisa ketemu secepat ini
[2 hari lalu]
Aku mendapatkan surat. surat itu berisi tentang undangan bergabung dengan aliansi. Pengirim dari surat itu tidak ku ketahui. Di belakang surat itu terdapat sebuah peta tempat pertemuannya, di belakang peta tersebut terdapat tulisan yang mendorong tekad ku untuk datang ke tempat pertemuan itu. Dan tempat pertemuan itu adalah di sini, dikapal tempur ini, tapi aku tidak mengira kalau tempat pertemuan itu berada di kapal udara begini.
Aku tak tahu koordinat pasti dari tempat pertemuan itu, tapi tempat itu berada di kaki gunung yang bahkan aku tak tahu itu di mana. Dalam perjalanan mencari tempat pertemuan itu aku bertemu dengan para perempuan yang terjebak dalam keadaan bahaya. mereka di serang oleh monster bernama NOIR dalam jumlah yang lumayan banyak. tanpa pikir panjang aku langsung menarik pedang ku dari sarungnya dan berlari secepat yang ku bisa.
NOIR merupakan monster atau hewan yang lahir dari tanah abyss. Jenis mereka banyak serta mereka tak kenal bulu menyerang siapa pun yang ada di sekitarnya kecuali ras mereka sendiri.
Ada empat NOIR, mereka hanya tipe serangga kecil. Mempunyai tubuh yang lebih kecil dari NOIR biasanya jadi mereka lebih gesit dari NOIR tipe biasa.
Salah satu NOIR datang dari depan sedangkan ada dua dari belakang. Aku menebas kepala serangga menjijikkan itu. Dua NOIR datang dari arah berlawanan, aku menghindari mereka dan melancarkan serangan horizontal langsung leher serangga itu, darah bercucuran melumuri pedangku. Yang tersisa hanya satu ekor lagi.
Eh? Di mana dia?
Aku melihat sekeliling, dan tak bisa menemukan serangga itu. Tiba-tiba dari belakang ku, sebuah duri melesat dengan cepat menuju kepalaku. Aku menundukkan kepalaku menghindari duri tersebut. Aku pun membalikkan diri dan melihat sosok NOIR tersebut baru saja berevolusi berkat darah dari temannya.
Dia menembakkan duri-durinya kembali. Aku berlindung di belakang pohon menunggu kesempatan untuk menyerang balik. Senjata yang ku miliki hannyalah senjata jarang dekat, jika aku gegabah maju maka matilah aku.
Beberapa saat kemudian serangannya berhenti. Aku segera berlari menuju serangga itu, dan melancarkan serangan telak di kepalanya.
Aku berhasil mengalahkan para NOIR itu tetapi bahaya lain datang, induk dari para NOIR tadi keluar dan mengincar para gadis itu. Dasar makhluk bejat, aku bisa melihat air liur keluar dari mulut NOIR itu. Kali ini QUEEN NOIR tipe kepiting, NOIR ini memiliki tubuh yang lebih besar dan dilindungi oleh cangkang tebal.
makhluk itu melompat kemari, menyerang menggunakan kedua capit besar yang dia miliki. Tanah bergetar akibat serangannya, para gadis tersebut tersentak akibat getaran kuat tadi. Serangan kedua datang, makhluk itu mengincar kaki ku.
Aku spontan melompat ke belakang, menghindari serangannya. Saat aku masih di udara keluar sebuah tentakel yang tajam dari dalam cangkang makhluk itu. Menepis tentakel itu dan berhasil mendaratkan dengan aman. Aku melihat para gadis itu sudah tidak bisa bertarung lagi, senjataku juga sudah hampir rusak akibat serangan barusan, meski aku hanya menepisnya tapi itu malah membuat pedangku tumpul dan sedikit retak untuk ukuran tentakel yang elastis itu benar benar keras.
Aku menyuruh mereka untuk lari selagi aku mengulur waktu dengan QUEEN NOIR ini. Salah satu dari mereka pingsan karena benturan dari serangan tadi. Gadis satunya dia membentak ku karena mengatakan hal itu, dia berniat bertarung denganku walau keadaannya sudah tidak menguntungkan lagi. Ternyata didunia ini masih ada orang yang memikirkan orang lain sebelum diri sendiri. Tapi dalam keadaan seperti ini hanya akan menambah korban saja.
“Sudah lah cepat pergi!”teriakku dengan lantang.
Gadis itu tampak tidak suka dengan yang kukatakan, tetapi dia tidak bisa membiarkan temannya mati di sini. dia langsung mengendong temannya.dia berkata bahwa dia akan kembalu secepatnya untuk menolongku.
Bisa dibilang ini kondisi yang tidak menguntungkan bagiku. Senjataku rusak, staminaku juga sudah hampur habis, di tambah dengan rasa lapar ini benar benar ingin membuat ku lari dari pertarungan ini. Tapi jika aku lari maka kedua gadis tadi akan di serang.
“Sepertinya aku tak punya pilihan lain.”
Monster itu melompat kemari, menyiap kan capit-capit nya mau merobekku. Aku melompat ke belakang menghindari serangannya.
*DGAR!!!!*
Terjadi getaran besar dari serangan barusan. Aku kehilangan keseimbanganku saat mendarat, karena getaran kuat itu dan juga karena perut kosongku yang mengaum. aku terpeleset jatuh, saat mencoba untuk berdiri kembali. QUEEN NOIR itu meluncur duri-duri besar dengan kecepatan yang cepat. Aku mencoba untuk menghindari setiap duri itu tetapi tidak bisa duri itu terlalu banyak untuk untuk di hindari maupun di tangkis
*BRAACH*
peluru itu mendarat tepat di pinggang kiriku. Darah segar keluar dengan deras. Aku berlari dan bersembunyi di balik bagunan yang sudah tak terpakai. Aku menutup luka itu untuk mengentikan pendarahan, karena aku kelaparan jadi perdarahannya tidak cepat berhenti.
Setelah beberapa saat perdarahannya pun sudah meredah, namun tetap saja ada darah yang keluar.
“TCHH!!, bila terus begini. cepat atau lambat aku akan mati, entah di bunuh oleh QUEEN NOIR itu atau mati karena pendarahan.”
Induk iblis itu masih mencari ku, dia berkeliling melihat sekeliling. Beruntung dia tak punya kemampuan menendeteksi panas tubuh atau hawa keberadaan.
Jalan untuk keluar dari bahaya ini hanya dengan menggunakan itu tapi, menggunakan tekhnik itu dalam keadaan begini terlalu beresiko. TCH! tidak ada jalan lain, sebelum dia mengejar para gadis tadi.
Aku mencoba untuk berdiri dengan kaki yang sedikit gemetaran. Aku mengambil padang ku, membalut kembali luka ku.
“Bloody enchant!”
Pedangku yang sudah retak dan tumpul itu terbalut oleh darah ku. Makhluk itu menyadari keberadaanku, dia melesat kemari sambil meluncurkan duri-durinya.
Aku melompat ke keluar bangunan, mengambil kuda-kuda di udara. Kakiku mendarat di samping dinding bangunan lain, dan aku menarik pedangku ke samping pingul kiri, menompat sekuat tenaga. Aku melesat dengan cepat menuju QUEEN NOIR yang terjebak di bangunan itu. Pedangku yang dibalut oleh darahku bersinar berwarna merah maroon.
*SRING!!*
Aku menebas tubuh makhluk itu menjadi dua. Darah segar bercucuran dari tubuh makhluk itu. Aku meluncur keluar dari bangunan itu sesaat sebelum bangunan itu hancur.
Pedangku hancur menjadi debu sesaat setelah darah yang membalutnya menguap menjadi butiran debu merah. Luka di pinggang kiri ku kembali terbuka, sepertinya aku terlalu banyak bergerak. Tekhnik itu terlalu beresiko jika di pakai dengan keadaan seperti ini, bahkan jika kondisi ku prima tetap saja itu memberikan dampak yang lumayan besar untukku.
Aku melihat tubuh QUEEN NOIR itu terpotong dengan luka yang mengerikan. Cangkangnya retak semua akibat benturan dari pedangku terlalu kuat. Aku melihat pedangku yang hanya menyisakan pegangannya saja. Tubuhku terasa seperti melayang,di tambah dengan terpahan matahari yang panas. Pandanganku mulai buram dan aku semakin kehilangan kesadaran.
Aku terjatuh di antara puing-puing bangunan yang hancur. Aku yang terbarik tak beraya menatap langit biru sambil menunggu ajalku. Aku sudah terlalu banyak mengeluarkan darah. bahkan untuk makhluk sepertiku bisa mati kehabisan darah. Aku sudah tak bisa merasakan kaki ku lagi.
Ha...ujung-ujungnya aku tidak bisa datang ke tempat pertemuan itu.
Aku selalu saja mengecewa kan saat di akhir-akhir pertunjukan.
Aku pun kehilangan kesadaranku, dan berakhir di kapal ini.

Jadi setelah aku tumbang melawan iblis itu aku dibawa ke tempat pertemuan ini.
Yah,karena aku sudah di tempat aman lebih baik aku istirahat saja.
Pikirku dalam hati, lalu aku pun tidur kembali. Saat aku membuka mataku aku melihat perempuan berambut hitam duduk disamping ranjang tempat ku di rawat, dia tertidur pulas bersandar di atas tempat tidurku. Lagi-lagi aku yang melihat kondisi ini sedikit merasa senang, bahwa di dunia yang seperti ini pun ada orang yang menghawatirkan orang lain.
tak lama kemudian dia terbangun,mukanya terlihat bingung.
“Selamat pagi.”kataku dengan senyum tipis.
“AH, selamat pagi.” kata perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.
“Um, luka mu masih sakit?” tanyanya, dengan muka yang terlihat cemas.
“OH, sudah tidak sakit lagi kok, tak usah menghawatirkanku. tapi kalian juga tidak apa-apa kan? Umm.. siapa nama mu?”
“Oh saya Kamikawa Yui, dan iya kami baik-baik saja kok.” katanya dengan senyum tipis yang manis,
“Oh iya, perkenalkan nama ku Ichiya Guren, dan Kamikawa, ATHEINER itu benar di sini ya?”
“Iya, memang kenapa?”
“Oh enggak aku sebenarnya aku mendapat kan undangan untuk datang kemari.” kataku sambil mengusap belakang kepalaku dengan wajah bingung.
“Oh kamu yang di panggil itu ya?” katanya, dengan raut muka yang terlihat senang dengan alasan yang masih belum ku ketahui.
Setelah itu kami sedikit berbincang.
Di sana aku mendapatkan informasi bahwa kapal perang ini—ATHEINER adalah salah satu divisi organisasi bernama HEIRCERT organisasi bertugas untuk melawan para NOIR yang sudah menginvasi dunia ini, dan ATHEINER adalah divisi ke 7 yaitu divisi yang paling kecil dari divisi lainnya.
Aku dipanggil untuk bergabung dengan divisi ini, alasanya kenapa aku yang di panggil? Aku juga belum tau soal itu. Kemungkin kalau divisi ini mengalami mekunduran dan membutuhkan anggota tambahan untuk memperkuat divisi ini.
Setelah kami berbincang bincang, aku bangun dari tempat tidurku dengan tubuhku yang masih di balut perban. Yui saat itu langsung panik tak karuan.
“Eh!, tunggu dulu Ichiya bagaimana jika lukamu terbuka kembali.” Ucapnya cemas
“Hahaha, kalo itu tidak usah khawatir, selain itu panggil saja aku Guren.” kataku sambil tersenyum tipis.
Aku membuka balutan perban di tubuhku. dan lukaku sudah sembuh seperti tidak pernah ada luka di sana, sepertinya sudah sembuh karena aku tidur selama beberapa hari .yui benar-benar kaget, wajah heran melihat tubuhku yang sudah sembuh itu benar benar terbaca.
“Ok kalo gitu bisa kah kamu tunjukan jalan ke tempat pertemuan itu.” tanyaku kepada yui.
“Oh iya! Tapi sebelum itu, jawab pertanyaan ku, bagaimana bisa luka parah seperti itu bisa sembuh hanya dalam dua hari?”
Aku menunjukkan raut muka seperti orang yang merasa repot. Yui yang melihat raut muka ku itu sedikit membentakku.
“Apa maksudnya dengan raut muka itu.”
“Eee...”
“Jawab aku, Guren!” jawabnya sambil menatap muka ku dengan serius.
“Dari pada itu, sebaiknya kamu beritahu aku tempat pertemuannya saja, nanti aku kasih tau deh.” Ucapku memohon kepada Yui
“Baiklah, tapi kamu janji ya akan memberitahu aku soal ini.” Ucap yui sambil menghelah nafas.
Aku pun mengiyakan perkataannya Yui. Kami pun langsung pergi, menuju tempat pertemuan.
Saat kami keluar dari ruangan pemulihan itu, terdapat sebuah lorong dingin dengan beberapa jendela yang mengarah ke luar kapal. Aku melihat keluar jendela, pemandangan yang mengerikan daerah yang dulunya taman bunga sudah berubah menjadi tanah tandus, akibat kiamat yang terjadi 50 tahun lalu.
Saat itu teknologi umat manusia sudah berkembang pesat, kehidupan di sana sangat damai tanpa makhluk mengerikan yang di sebut NOIR ataupun peperangan. sampai suatu hari umat mendengar suara yang mengerikan. Suara aneh yang terdengar seperti teriakan penderitaan seseorang.
Beberapa hari kemudian suara aneh itu kembali muncul dan umat manusia di kagetkan dengan penampakan makhluk aneh di beberapa tempat bersamaan dengan suara itu, makhluk ini memiliki bentuk yang mirip dengan hewan-hewan di bumi, tapi terdapat keanehan di ciri fisik mereka. Beberapa mempunyai tentakel keras tapi elastis, beberapa juga mempunyai bentuk seperi iblis.
dan hari itu pun datang, di mana hampir setengah permukaan di kuasai oleh para makhluk aneh itu atau yang lebih sering di panggil NOIR, karena tubuh mereka kebanyakan hitam dan memancarkan aura gelap yang menusuk kedalam tulang.
Umat manusia memulai perlawanan melawan makhluk NOIR itu, dan terbentuklah HEIRCERT. Pasuka perlindungan yang terdiri dari 9 divisi yang berasal dari 5 negara yang berbeda dan 2 akademi militer di dunia.
Dan kami pun telah sampai di tempat pertemuan. Sebuah gerbang besar yang terbuat dari logam di padukan dengan lampu neon berwarna biru sebagai hiasan.
“Ichiya-san,silahkan tunggu disini.”
“iya”
Haduh... aku masih lapar nih. Sudah 4 hari aku tidak makan. Seharusnya aku meminta makanan dulu tadi.
Yui membuka gerbang itu dan masuk, sementara aku menunggu di luar. Sepertinya ini ruangan ketua kapal ini.
Orang gimana ya?, semoga saja bukan orang yang aneh.
Aku melihat satu orang gadis berambut putih sebahh bejalan kemari sambil meminum jus, kalo dari kemasannya itu sepertinya jus jeruk. gadis itu menatapku, tatapan tajam itu membuat aku sedikit aneh, dan raut wajahnya terlihat serius itu sedikit membuat ku kesal. Dia berjalan mendekatiku, sambil meminum jusnya.
“Siapa kau? Kenapa orang asing sepertimu bisa ada di kapal ini.” Katanya dengan raut muka yang memandang rendah diriku. Sudah lama sejak aku merasakan suasana yang mengesalkan seperti ini, ditambahlagi jus itu menggugah selera makanku.
“Oh namaku Ichiya Guren, salam kenal, dan namamu?”
“Haaaa!?.. ngapain kau sok kenal aok dekat denganku ,dan aku tidak peduli siapa, dan makhluk macam apa kau itu.”
Dih kampret ngeselin juga nih bocah.
 Aku hanya bisa memasang wajah kesal akan tingkah gadis ini. Aku baru sadar kalau gadis ini adalah gadis yang pingsan saat kami di serang QUEEN NOIR tadi. Tak lama kemudian Yui keluar dari ruangan itu, dia terlihat kaget saat melihat gadis ini.
“OH!,Guren silakan masuk, dan sina ngapain kamu di sini? Seharuanya kamu masih di rawat kok sudah keliaran.”
“Oh Teh Yui~ enggak apa-apa kok berturan kecil begitu mah, gampang buatku, dari pada itu teteh kenal sama makhluk mencurigakan ini.” Sifatnya langsung berubah 180 derajat, dia jadi periang dan semangat saat berada di depan yui, tapi tetap bikin kesal juga nih bocah.
“Oh ini Ichiya Guren, orang yang sudah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kita lho.” Jelas Yui pada Sina.
“Haa!? Di selamatkan? Oleh orang bobrok ini? Teh yui enggak lagi mabuk nih?” ucapnya dengan nada yang benar-benar mengejek.
“Hey! Sina.. enggak sopan lho sama tamu.”
Sina yang mendengar perkataannya Yui menundukkan kepalanya dan menurut. Aku tersenyum sambil mengejek Sina yang kena marah. Sina balik menatapku dengan tatapan sinis seakan dia dendam denganku.
“Baiklah, Guren silahkan masuk, Kapten ingin bertemu denganmu.
Aku pun memasuki ruangan itu, ruangan yang tertata rapi dengan dekorasi klasik yang bisa dibilang mengagumkan. yui dan Sina langsung mengambil sikap siap.
seorang wanita dengan rambut biru gelap memutar kursinya menghadap kemari “selamat datang di ETHEINER, Ichiya Guren, kamu hari ini akan melaksanakan ujian untuk menjadi wakil ketua divisi ini, kami mengharapkan yang terbaik darimu.” Ucapnya sambil tersenyum menatapku serius.
[CHAPTER 01 END]

Komentar

Popuker di blog ini

ISEKAI NO MAHOUTSUKAI-Chapter #01

ETERNAL GATE-Chapter #02

ISEKAI NO MAHOUTSUKAI-Chapter #02